<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Life: one lesson at a time...</title>
	<atom:link href="http://onlyastory.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://onlyastory.wordpress.com</link>
	<description>~Life and its stories~</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Dec 2009 02:32:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='onlyastory.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/69bbd1200948722dd73b6b388236727c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Life: one lesson at a time...</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://onlyastory.wordpress.com/osd.xml" title="Life: one lesson at a time&#8230;" />
		<item>
		<title>hutang potensi</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/20/hutang-potensi/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/20/hutang-potensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah berpikir. Hidup ini mungkin bisa diibaratkan dengan hutang. Hutang kepada Allah. Atas segala potensi yang melekat pada diri kita. Yang dipinjamkan oleh Allah sebagai sarana untuk kesementaraan hidup  di dunia. Potensi yang di-amanat-kan oleh pencipta kita. Yang perlu didayagunakan selama nafas masih berhembus. Dan kelak di suatu hari yang panasnya tak tertahankan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=167&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya pernah berpikir. Hidup ini mungkin bisa diibaratkan dengan hutang. Hutang kepada Allah. Atas segala potensi yang melekat pada diri kita. Yang dipinjamkan oleh Allah sebagai sarana untuk kesementaraan hidup  di dunia. Potensi yang di-amanat-kan oleh pencipta kita. Yang perlu didayagunakan selama nafas masih berhembus. Dan kelak di suatu hari yang panasnya tak tertahankan, menjadi pemberat atau peringan timbangan kita. </p>
<p>Nikmat hidup itu ga sempit pada harta seperti ideologi materialis. Tapi juga potensi dan bakat. Sama seperti harta, potensi bisa jadi berkah, bisa jadi masalah. Dan kalau di dalam harta kita, ada sebagian yang merupakan hak saudara-saudara kita yang membutuhkan, dalam potensi kita, juga ada sebagian yang merupakan hak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Potensi memang ga straightforward seperti harta atau uang yang sifatnya konkret bisa dipotong 2.5%. Tapi di situlah masalahnya. Kadang kita lupa kalau potensi itu bagian dari nikmat hidup. Kecerdasan, kelembutan hati, kepemimpinan, bakat seni, dan masih banyak yang lain. Mereka ga quantifiable, tapi nyata adanya, dan nyata manfaatnya.</p>
<p>Ada 2 cara menyikapi hidup yang diajarkan Qur&#8217;an. Bersabar dan bersyukur. Bersabar terhadap ujian. Dan bersyukur terhadap nikmat dan kemudahan, termasuk nikmat akan potensi. Potensi ga akan jadi rizqi kalau ga dipoles dengan kerja keras. Karena itu, salah satu tanda orang bersyukur adalah, dia selalu bekerja keras, pengembangan potensi untuk Allah dan Islam. Dia hanya ambil sebagian manfaatnya untuk dirinya dan keluarganya. Sebagian besarnya untuk umat, untuk masyarakat. Tanda orang bersyukur itu, 24 jam waktunya tidak ada yang sia-sia. Semuanya untuk beribadah (QS 51:56). Tidurnya untuk ibadah, makan dan minumnya untuk ibadah, refreshingnya juga untuk ibadah. Selalu ada kebermanfaatan, sesimple apapun, dari aktivitas harian seorang yang bersyukur. Hmmm, jadi malu. Sudah cukup bersyukurkah saya hari ini?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=167&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/20/hutang-potensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>nahnu du&#8217;at qobla kulli syai&#8217;in</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/19/nahnu-duat-qobla-kulli-syaiin/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/19/nahnu-duat-qobla-kulli-syaiin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 11:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[  &#8220;kita adalah da&#8217;i sebelum menjadi apapun&#8221;&#8230;   Kalimat yang sederhana, tapi mampu merombak ke mana kehidupan seseorang akan ia arahkan. Yang kemudian menjadi landasan dalam menjalani path hidup masing-masing dari kita. Kalimat ini juga telah mengingatkan saya berkali-kali untuk menaikkan semangat ketika rasa tidak percaya diri melanda dalam mengemban tugas-tugas dakwah. Kalimat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=159&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong> <em> &#8220;kita adalah da&#8217;i sebelum menjadi apapun&#8221;&#8230; </em> </strong> Kalimat yang sederhana, tapi mampu merombak ke mana kehidupan seseorang akan ia arahkan. Yang kemudian menjadi landasan dalam menjalani path hidup masing-masing dari kita. Kalimat ini juga telah mengingatkan saya berkali-kali untuk menaikkan semangat ketika rasa tidak percaya diri melanda dalam mengemban tugas-tugas dakwah. Kalimat ini juga yang mengingatkan saya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam diri dan karakter saya dan berusaha menjadi orang yang lebih baik ketika saya sedang malas atau futur untuk upgrading. Kalimat ini adalah pegangan. Tuntunan bagi setiap muslim agar tetap berada di jalan-Nya sepanjang ia hidup. Agar ia tidak sia-sia. Tidak sia-sia dalam keniscayaan perjalanan waktu. Karena hidup itu hanya sebentar. Sangat sebentar.</p>
<p>Setiap individu itu wajib berdakwah, menjadi da&#8217;i. Satu tugas mulia yang diemban oleh manusia mulia, setiap muslimin dan muslimah. Kutipan di atas mengingatkan kita semua bahwa kita adalah da&#8217;i sebelum menjadi segala sesuatu. Da&#8217;i sebelum student. Da&#8217;i sebelum professional. Da&#8217;i sebelum ayah. Da&#8217;i sebelum ibu. Da&#8217;i sebelum anak. Da&#8217;i sebelum suami. Da&#8217;i sebelum istri. Sebelum segala hal yang menjadi tugas dan keseharian kita, baik itu student, programmer, presiden organisasi, dan sebagai-sebagainya, kita adalah da&#8217;i. Kita adalah penebar kebaikan dan risalah Islam di muka bumi.</p>
<p>Dakwah adalah amanah mulia yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Amanah mulia yang hanya diperuntukkan bagi manusia-manusia mulia umat muslimin dan muslimat. Seandainya semua orang sadar bahwa dirinya adalah da&#8217;i sebelum segala sesuatu, pastilah semua akan malu untuk bermaksiat dan menghamba kepada selain-Nya. Jika setiap kita sadar bahwa dirinya adalah da&#8217;i, malu rasanya untuk mencoreng muka agamanya, mencoreng muka pegangan hidupnya, mencoreng muka rasulnya, dengan berbuat dosa, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Jika setiap kita sadar bahwa dirinya adalah da&#8217;i, malu rasanya untuk tidak menjadi seorang yang berpengetahuan dan berkemampuan, sehingga dirinya mampu berguna bagi manusia yang lain. Sungguh, jika setiap kita sadar bahwa dirinya adalah da&#8217;i, niscaya roda dakwah ini akan berputar dengan cepat, dengan baik, efektif mencapai tujuan. Kemuliaan Islam. Kebahagiaan dan kesejahteraan umat dan manusia seluruhnya.</p>
<p>Kemuliaan tidak akan dicapai tanpa tetesan keringat dan darah. Tidak mengapa jika jalan yang kita tempuh ini tidak senantiasa lancar lempeng saja selama perjalanannya. &#8220;Apakah kamu mengira kamu akan dibiarkan saja mengatakan &#8220;kami beriman&#8221; sedang mereka tidak diuji lagi?&#8221; (QS 29:2-3). Setiap perjuangan itu ada cobaannya. Tapi jangan menyerah. Jangan tinggalkan peran kita yang sudah ditetapkan sebelum kita menjadi segala sesuatu. Kesulitan pasti bisa dilewati. Karena Allah adalah sebaik-baik penolong dan pelindung orang-orang beriman. Innahu ni&#8217;mal maulaa wa ni&#8217;mannashiir. Allah ada bersama kita. Malaikat senantiasa mendo&#8217;akan kita. Tinggal sejauh apa kita mau tetap percaya dan berusaha.</p>
<p>Nahnu du&#8217;at qobla kulli syai&#8217;in.<br />
Kita adalah da&#8217;i sebelum menjadi segala sesuatu.</p>
<p>Jika kita seorang student, kita adalah da&#8217;i juga.<br />
Karena itu, jadilah student yang berpengetahuan baik.</p>
<p>Jika kita seorang professional di tempat kerja, kita adalah da&#8217;i juga.<br />
Karena itu, jadilah employee yang produktif dan team player yang baik.</p>
<p>Jika kita seorang pemimpin, kita adalah da&#8217;i juga.<br />
Karena itu, jadilah pemimpin dengan management dan keteladanan yang baik.</p>
<p>Jika kita seorang ibu atau ayah, kita adalah da&#8217;i juga.<br />
Karena itu, jadilah orang tua yang demokratis, kritis, dan menjadi pelindung seluruh anggota keluarga.</p>
<p>Orang yang menghargai dirinya, akan menghargai peranan yang ia mainkan dalam kehidupannya dan masyarakatnya. Sehingga, kalau kita mau sadar, tak ada alasan bagi kita untuk tidak menghargai nikmat Allah yang paling besar dalam hidup kita, yaitu hidayah. Berapa banyak orang di luar sana yang hatinya telah dikunci mati oleh Allah? Hingga cahaya hidayah tak mampu menerangi pikiran dan hatinya. Sebagai da&#8217;i, tak ada alasan untuk tidak menjadi muslim yang baik. Tak ada alasan bagi kita untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja, atau malah tidak jelas kualitasnya. Di manapun kita berada. Dengan segala yang ada pada kita, seterbatas apapun itu, jadilah da&#8217;i yang terbaik yang kita bisa.</p>
<p>&#8220;<strong>Wahai Orang-orang yang beriman! Maukan kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui&#8221; (QS 61:10-11).</strong></p>
<p>~yang begitu rindu menjadi da&#8217;i di atas segala sesuatu~</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=159&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/19/nahnu-duat-qobla-kulli-syaiin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>di antara Pesimis dan Realistis</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/16/di-antara-pesimis-dan-realistis/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/16/di-antara-pesimis-dan-realistis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 14:48:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bukan mau apa-apa ya, Fik, tapi realistis aja deh, ya memang hal-hal begitu pasti masuk dalam faktor keberatan juga.&#8221; Suatu hari, teman saya pernah bilang seperti itu ke saya ketika saya menanyakan pendapatnya mengenai sesuatu. Waktu itu rasanya antara pengen nimpuk sendal sama haizzzzz aja. Berasa terpaan angin negatif datang menghadang, dari teman sendiri pula. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=154&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Bukan mau apa-apa ya, Fik, tapi realistis aja deh, ya memang hal-hal begitu pasti masuk dalam faktor keberatan juga.&#8221; Suatu hari, teman saya pernah bilang seperti itu ke saya ketika saya menanyakan pendapatnya mengenai sesuatu. Waktu itu rasanya antara pengen nimpuk sendal sama haizzzzz aja. Berasa terpaan angin negatif datang menghadang, dari teman sendiri pula. Tapi akhirnya pilihan reaction saya jatuh pada haizzzzz saja, namanya juga sekedar minta pendapat. Kata-kata dia memang masuk akal. Dan realistically speaking, begitulah fakta yang ada di hadapan saya sekarang. Kebanyakan masyarakat kita memang begitu sih paradigmanya. Mau bagaimana lagi?</p>
<p>Untuk sekian waktu, saya selalu mengasosiasikan realistis dengan pesimis. Walau realistis itu sebenarnya belum tentu pesimis, tapi hampir 90% dari kalimat-kalimat yang mengandung kata realistis yang pernah saya dengar, bernilai emosi negatif pada akhirnya. Contohnya seperti dalam sikap-sikap berikut. Seseorang bersikap realistis karena merasa kemampuan belum memadai. Lalu, dengan alasan realistis, ia jadi takut untuk mencoba walau ia tahu tak ada salahnya mencoba. Atau dalam kasus lain, realistis artinya ikut-ikut paradigma masyarakat dan orang kebanyakan lalu takut menjadi berbeda. Karena takut berbeda, akhirnya malah jadi takut sama sesama manusia. Sikap realistis juga banyak terlihat dari realistisnya berkompetisi. Lihat banyak saingan, lalu takut maju. Melihat hal-hal tersebut, saya kemudian berkesimpulan saya tidak ingin jadi orang yang realistis. Menurut saya, orang yang realistis terlalu banyak khawatir dan pada akhirnya jadi menghalangi dirinya sendiri untuk maju.</p>
<p>Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun kemudian (hiperbolis), saya baru sadar sesuatu. Benar bahwa pesimis adalah lawan dari optimis, tapi realistis itu bukan pesimis. Justru, salah satu ciri orang sukses itu adalah orang yang memiliki kombinasi di antara keduanya, optimis sekaligus realistis.</p>
<p>Menurut wordreference.com, realistic is expressing awareness of things as they really are. Sinonim kata realistic dari Thesaurus adalah matter-of-fact.  Dari definisi tekstualnya saja, sebenernya tidak ada yang salah dari sikap realistis. Malahan, kalau orang mau sukses, orang perlu kemampuan untuk menerima things as they are, sehingga masalah disadari sebagai masalah, dan kemudian masalah disadari perlu penyelesaian, dan kemudian ada aksi untuk penyelesaian. Tidak ada sinonim pesimis untuk kata realistis di Thesaurus. Hmmm&#8230;</p>
<p>Dari Thesaurus lagi, realistis juga bermakna down-to-earth, reasonable. Dan kemudian saya menjadi tersadar, mungkin itu kata kuncinya! Reasonable. Sesuai fakta. Beralasan. Jadi, kalau masih ada fakta dan alasan untuk maju, maju lor. Sikap ini ternyata merupakan faktor balancing dalam bagaimana kita seharusnya menjalani hidup. Tawazun, seimbang antara ekspektasi dan situasi, itulah reasonable. Sudah seharusnya sikap realistis itu ditempatkan di tengah-tengah, bukan melenceng ke kiri atau ke kanan. Sikap realistis itulah yang pada akhirnya akan membawa kita jauh. Karena ia adalah fungsi kontrol dari optimisme dan harapan-harapan kita dalam menjalani hidup. Seandainya kita terus optimis tanpa reality check, mungkin kita tidak akan pernah sadar ketika suatu saat kita melenceng dari tujuan kita itu sendiri. Seandainya kita terus mengharapkan hal-hal yang melangit dari orang-orang di sekitar kita, justru reality check inilah yang akan membuat kita kembali mengukur sampai di mana kekuatan kita dan orang-orang di sekitar kita. Sehingga, ketika situasi memang tidak mendukung, sikap realistis akan menjauhkan kita dari stress. </p>
<p>Memang benar seringkali orang menggunakan alasan realistis atau reasonable untuk menyerah, berhenti berusaha, atau berhenti berharap. Dan kadang-kadang di sinilah ujian orang-orang yang berkemauan keras. Dianggap ngotot tot tot sengotot-ngototnya karena tidak mau berhenti. Tapi, seperti saya bilang tadi, saya rasa reasonable memang bergantung pada fakta dan alasan yang ada. Kalau memang kamu masih punya alasan untuk maju terus, ya maju terus, lor. Jangan berhenti. Toh, kalau reality check ditempatkan secara proporsional, seorang optimis akan tahu kapan waktunya berhenti.</p>
<p>Hidup itu diciptakan adil oleh yang Maha Adil. Ada kalanya berbatu, tapi ada kalanya juga mulus lancar. Realistis itu seharusnya menjadi penyeimbang kita, tidak terlalu merasa di atas angin ketika jalan begitu mulus, tapi juga tidak terlalu merasa berdarah-darah ketika jalan penuh berbatu. Yang biasa-biasa saja deh. Reality makes a person humble. Karena dia tahu bahwa tak ada sulit yang tanpa kehendak-Nya, dan tak ada pula mudah yang tanpa kehendak-Nya. Semua silih berganti. Selalu ada kemudahan bersama kesulitan. Dan tidak ada kemudahan abadi selamanya.</p>
<p>Jadi, kesimpulan dari kontemplasi hari ini bagaimana nih? Biar masing-masing kita punya kesimpulan kita masing-masing. Yang jelas, kalau suatu hari ada lagi yang akan bilang &#8220;Realistis aja, Fik&#8230;&#8221;, saya sudah tahu bagaimana menginternalisasi pendapat itu ke dalam pikiran saya dan menyikapinya. &#8220;Reasonable aja, Fik&#8230;&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=154&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/16/di-antara-pesimis-dan-realistis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Ayam yang Kehilangan Arah</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/11/anak-ayam-yang-kehilangan-arah/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/11/anak-ayam-yang-kehilangan-arah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 14:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, malam ini, izinkan saya berbagi sedikit cerita.
Cerita tentang sekumpulan anak ayam.
Anak ayam yang kehilangan arah.
Anak Ayam yang Kehilangan Arah.  Itulah komentar spontan teman saya tentang situasi kami. Kami adalah anak-anak ayam yang kehilangan induk, kemudian kehilangan arah, dan sekarang menjadi liar, memberontak, lari sekencang-kencangnya dan tak mau kembali ke kandang.
Kehilangan Tujuan.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=145&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini, malam ini, izinkan saya berbagi sedikit cerita.<br />
Cerita tentang sekumpulan anak ayam.<br />
Anak ayam yang kehilangan arah.</p>
<p><a href="http://onlyastory.files.wordpress.com/2009/12/anakayam.jpg"><img src="http://onlyastory.files.wordpress.com/2009/12/anakayam.jpg?w=145&#038;h=145" alt="" title="anakayam" width="145" height="145" class="alignleft size-full wp-image-146" /></a><strong>Anak Ayam yang Kehilangan Arah. </strong> Itulah komentar spontan teman saya tentang situasi kami. Kami adalah anak-anak ayam yang kehilangan induk, kemudian kehilangan arah, dan sekarang menjadi liar, memberontak, lari sekencang-kencangnya dan tak mau kembali ke kandang.</p>
<p><strong>Kehilangan Tujuan. </strong> Sekarang, pak peternak ayam mungkin sedang tidak bisa tidur nyenyak di malam hari, bingung dengan anak-anak ayamnya yang satu per satu ingin bebas. Tanpa sang induk, anak-anak ayam ini tak merasa nyaman lagi tinggal di peternakan. Sang induk kecewa. Kecewa dan pergi. Aku yakin, bukan bermaksud untuk meninggalkan anak-anak ayam. Tapi hanya untuk menyelamatkan dirinya dari mudhorot yang lebih besar. Selama ini pun sesungguhnya sang induk hanyalah induk tiri, bukan induk yang semestinya. Induk yang semestinya sudah mentally meninggalkan anak-anak ayam ini sejak lama, walau physically masih ada. Anak-anak ayam kehilangan motivasi untuk stay. Dan mungkin, walau tak pernah ada kata yang terucap, anak-anak ayam ini sudah merasakan kekecewaan sang induk sejak lama dalam diam. Diam yang terakumulasi hingga hari ini.  </p>
<p><strong>Egois itu membunuh.</strong> Saya bilang ke teman saya, kita semua ini, including saya dan kamu, adalah orang-orang egois. Sadarkah kita? Pedulikah kita? Awalnya mungkin kita semua masih peduli. Masih berpikir tentang menjaga image, masih berpikir tidak tega untuk meninggalkan yang lain, masih mengantisipasi apa yang akan terjadi kalau kita pergi? Akankah beban teman kita menjadi lebih berat? Tapi kini puncak lego yang kami bangun sudah diruntuhkan oleh orang terakhir. Kami tidak peduli. Akhirnya, kami sudah tidak sanggup lagi untuk peduli. Karena orang yang menurut peran, status, dan gajinya, seharusnya adalah orang yang akan berusaha menyelamatkan titanic yang sedang menabrak gunung es, ternyata adalah yang paling egois di antara kami. Kami ditinggalkan, dikorbankan. Atas apa? Mengejar bongkahan berlian yang lebih besar.</p>
<p><strong> Half-hearted leadership will fail. </strong> Hari ini aku melihat sendiri kehancuran sebuah leadership yang dilakukan dengan setengah hati. Bukan hanya satu yang menjadi korban, tapi semua anak ayam. Buatku pribadi, rasa kecewanya nyata, rasa sesalnya juga nyata. Semoga bisa terekam dengan baik di memori, bukan lukanya, tapi pelajarannya, dan kubawa jauh ke masa depan. Perjalanan hidup masih panjang, Fik, insya Allah. Semangat!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=145&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/11/anak-ayam-yang-kehilangan-arah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onlyastory.files.wordpress.com/2009/12/anakayam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anakayam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Environment Could Change Your Personality</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/10/environment-could-change-your-personality/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/10/environment-could-change-your-personality/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 15:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Temans, walau jam terbang pengembaraan saya di dunia realiti mungkin masih terlalu singkat, izinkan saya berbagi cerita sedikit di sini&#8230;

Setelah 2.5 tahun bekerja, dengan agak sedih, saya harus mengakui bahwa saya mungkin menang tipis, kalau ga mau dibilang kalah, dalam dua buah battlefields. Yang pertama adalah  Idealism VS Reality  dan yang kedua adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=127&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Temans, walau jam terbang pengembaraan saya di dunia realiti mungkin masih terlalu singkat, izinkan saya berbagi cerita sedikit di sini&#8230;<br />
<em></em><br />
Setelah 2.5 tahun bekerja, dengan agak sedih, saya harus mengakui bahwa saya mungkin menang tipis, kalau ga mau dibilang kalah, dalam dua buah battlefields. Yang pertama adalah <strong> Idealism VS Reality </strong> dan yang kedua adalah <strong> Nice Person VS Bad Person</strong>. Kedua battlefield ini sebenarnya sangat berhubungan, bedanya hanya di dimensinya saja. Kalau yang pertama lebih di visi, aspirasi, dan segala hal berbau pemikiran, yang kedua ini adalah di akhlaq dan kepribadian saya sebagai makhluk individualis yang sosial (atau makhluk sosial yang individualis?).<br />
<em></em><br />
Seandainya pengembaraan saya diilustrasikan dengan grafik <strong>Excitement/Happiness level</strong> versus <strong>Time </strong>, grafik saya bukanlah distribusi normal sama sekali. Saya kasih nama grafik terjun bebas. Di awal, excitement levelnya begitu tinggi, 100%, tapi setelah lewat 1 tahun, dia mulai turun sedikit demi sedikit, dan 1 taun terakhir ini, terjun bebas sebebas-bebasnya.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://onlyastory.files.wordpress.com/2009/12/graph1.jpg"><img class="size-medium wp-image-140 aligncenter" title="graph" src="http://onlyastory.files.wordpress.com/2009/12/graph1.jpg?w=300&#038;h=267" alt="" width="300" height="267" /></a></p>
<p><em></em><br />
<strong>1. Idealism VS Reality </strong></p>
<p>Setahun ini, saya jadi lebih banyak berpikir tentang perjalanan hidup saya. Apa yang sebenernya mau saya lakukan? Bagaimana saya mau merencanakan masa depan saya? Saya hanya ingin menikmati dan merasakan makna dari aktivitas sehari-hari saya. Tapi, mengapa sekarang sulit sekali untuk menikmatinya? Bahkan untuk berangkat kerja saja saya harus menyeret-nyeret kaki saya setiap pagi.</p>
<p>Saya mulai mempertanyakan makna dari apa yang saya lakukan sekarang. Apa artinya profesi consultant bagi saya? Apakah masih memberi solusi atas permasalahan-permasalahan client dan memberi ide-ide segar untuk mengimprove apa yang ada? Sungguh, dengan realiti yang saya hadapi sekarang, saya ga bangga sama sekali dengan apa yang saya lakukan. Saya ini jadi consultant, saya bingung tujuan hidup consultant itu apa. Make sales sebanyak mungkin? Walau solution yang kita tawarkan mungkin ga terlalu diperlukan. Atau ngasi highest quality deliverables? Walau artinya itu makan banyak cost dan consultant dilarang kerja gratis alias besar pasak daripada tiang. Kalau effort yang dikeluarkan lebih besar dari harga jual, itunamanya underpaid! Dan consultant ga boleh underpaid. Saya bingung, wong saya sendiri sekarang sebagai fresh grad juga udah underpaid, kali, hahaha. Konsep saya tentang consultant berubah. Saya bahkan jadi sempat membenci consultant role. Buat saya, consultant tak lebih dari sales person. Bedanya tipis, consultant harus paham technical!</p>
<p>Saya merasa apa yang saya lakukan bertentangan visi dengan idealisme saya tentang bagaimana seharusnya consultant itu memainkan perannya. Saya tidak suka dengan bagaimana orang-orang yg berada di sekitar saya memperlakukan saya dan orang-orang lain pada umumnya, menjepit-jepit dan menyerang. Saya tidak suka bagaimana konsep separation of duty menjadikan pekerjaan saya menjadi tidak efisien dan orang menjadi mengoper-oper kerjaan ke orang lain hanya dengan satu frase, &#8220;itu bukan scope kerja saya!&#8221;. Saya bingung dengan tujuan audit, apakah untuk menjaga proses dan segala urusan agar tetap berjalan dengan benar atau untuk mematikan kreativitas dan inisiatif seseorang untuk belajar lebih banyak.</p>
<p>Ternyata, kondisi di atas belumlah puncak dari ketidaknyamanan saya bekerja. Harga diri dan kebanggaan saya baru diruntuhkan ketika suatu hari saya tersinggung. Saya sekarang jadi trauma masalah duit-menduit. Astaghfirullah, na&#8217;udzubillahi min dzalik, orang bisa jadi begitu liciknya ketika sudah urusan duit-menduit. Saya memang dudulz waktu itu, masi tidak tahu rule of the game. Lalu tiba-tiba dibilang tidak punya integrity karena tidak ikut apa kata ibu ketua. Duenk, sakit hati dibentak-bentak di muka public. Saya merasa seperti karyawan baru yang naif dengan idealisme bodohnya.</p>
<p>Lalu, sekali itu, saya menangis.</p>
<p><em> </em><br />
<strong>2. Nice Person VS Bad Person </strong></p>
<p>Alasan utama saya pergi adalah I didn&#8217;t like the kind of person I was becoming. And I was trying hard to save myself from becoming myself (nah, lho, bingung, i didn&#8217;t even recognize myself, hiksu). Bahasa kerennya, when i looked at my reflection in the mirror, i saw someone else with less smiles and gratitude in life. Then I started to feel scared.</p>
<p>Saya berubah, dan saya takut dengan perubahan itu. Tahun 2009, saya menjadi complain-er dan badmouth-er. Saya tidak mau berkompromi dengan realita yang negatif. Menurut saya, situasi kita buruk, dan we need to do something to improve the situation. Tapi akhirnya, instead of memperbaiki keadaan, saya hanya kroco yang bisanya ngomong doank memprovokasi teman2 saya sendiri bahwa team kita ini sebenernya sedang &#8217;sakit&#8217; (entah apakah sebelumnya mereka sadar bahwa team kita ini &#8217;sakit&#8217;). Saya merasa powerless dan hopeless. Saya ngomong jelek tentang orang ketika saya kesal (saya jadi jijik pada diri saya sendiri). Tapi sekali lagi saya ga bisa bilang apa-apa karena saya hanya kroco kecil yang kurang didengar feedbacknya. Saya begitu merasa insecured dengan status saya sebagai junior. Dan terakhir, saya tidak tahan untuk mengikuti aturan tidak tertulis bahwa saya menjadi harus menggigit untuk melindungi diri saya sebelum digigit.</p>
<p>I was a nice person before (or at least, i put effort to be nice before =P), berusaha membantu orang lain dan bersedia dimintai bantuan walau terkadang itu bukan scope saya. Prinsip hidup saya mudah. Perlakuan orang lain ke kita itu tercermin dari perlakuan kita ke orang lain. Kalau kita suka bantu orang, orang lain pasti akan willing untuk bantu kita. Walau saya dicomplain rekan kerja, bahwa saya ga ngikutin konsep separation of duty dengan benar, saya mencoba bertahan, live up to that standard, with that value. Tapi akhirnya saya kalah. Kebaikan saya disalahpergunakan. Saya tetap diserang. Dan saya memutuskan untuk berubah. I was no longer a nice person, I was becoming bad person. Saya membentak orang. Saya bahkan kadang-kadang main taichi juga. Karena saya terpaksa.</p>
<p>Lalu, untuk kedua kalinya, saya kembali menangis.</p>
<p>Bukan karena sedih, saya menangis. Tapi lebih karena kecewa pada diri sendiri. Kenapa saya jadi seperti ini? Kenapa saya lemah? Kalah oleh lingkungan. Dan akhirnya saya menyadari betapa mengerikannya pengaruh lingkungan. Tanpa saya benar-benar sadari, saya sudah menjadi seperti orang-orang di sekitar saya.</p>
<p><em></em><br />
<strong>~Desember 2009~</strong></p>
<p>Alhamdulillah. Maybe I&#8217;m still a bad person, but at least not that bad anymore, insya Allah, hehe. Saya sadar bahwa ini timing yang tepat untuk pergi. Saya sudah buktikan bahwa saya bisa survive di environment sekeras ini selama 2 tahun. Saya sudah tinggalkan cukup jejak di tempat ini untuk dikenang. Saya sudah buktikan pada diri saya sendiri bahwa saya tidak perlu minder lagi dengan kemampuan saya. Dan masih banyak hikmah dan kesadaran lain yang saya depat lewat kesempatan yang Allah berikan untuk saya selama 2 tahun ini. Kalau saya boleh menyesali 1 hal, mungkin saya menyesal kenapa saya tidak pergi sedikit lebih awal saja? Sehingga dosa-dosa badmouthing saya lebih sedikit, dosa-dosa mengeluh saya juga lebih sedikit, ke-gloomy-an period saya juga bisa lebih pendek. Tapi, mungkin itulah kenapa Allah kasih saya 2 tahun ya? Supaya saya sadar bahwa saya masih gagal, bahwa saya masih amat sangat lemah, dan perlu berdoa minta pertolongan-Nya lebih banyak lagi.</p>
<p>Satu moral of the story yang saya pegang erat-erat sekarang, jangan pernah take nice environment for granted, wherever you are. Itu adalah blessing yang tak ternilai harganya, bahkan dengan gaji tertinggi sekalipun. Dan seperti kata ibu peri, jangan pernah lupa untuk berdoa. Mintalah selalu sama Allah, agar kita dikelilingi orang-orang yang baik, orang-orang yang membantu dan menyayangi kita, bukan orang-orang yang zalim.</p>
<p>Dan kalau kita masuk ke environment yang salah, cobalah bertahan dulu sesaat. Kalau kata prengki, masa&#8217; mau kalah sebelum berperang? Tapi ketika kita merasa kita sudah menjadi orang yang berbeda (memburuk, bukan membaik), segeralah pergi. Karena tidak ada yang lebih tidak enak dari menjadi bukan diri kita sendiri. Saya juga belajar bahwa saya tak boleh terlalu menyalahkan diri sendiri atas &#8216;kekalahan&#8217; ini. Mungkin memang untuk ukuran 1st job, inilah rubber band saya saat ini. Dan tidak ada yang salah dengan itu. Kata ibu peri, itu hanya masalah exposure, pengalaman, environment. Setiap orang sudah punya range rubber band nya masing-masing. Dengan sensitivity level masing-masing, dengan standard dan value hidup masing-masing, kita punya flexibilitas masing-masing terhadap tekanan dan pengaruh lingkungan yang buruk. Masih ada banyak 1001 tempat lain di luar sana yang bisa menerima kita. Jangan takut kehilangan rizqi dari-Nya. Lebih baik mencari tempat baru where we belong daripada berusaha bertahan mati-matian demi sebuah pride dan menyia-nyiakan potensi kita. At least, itulah yang saya yakini sekarang. Semoga benar adanya, wallahu a&#8217;lam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=127&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/10/environment-could-change-your-personality/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://onlyastory.files.wordpress.com/2009/12/graph1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">graph</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pemimpin, Menjadi Rendah Hati</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/09/menjadi-pemimpin-menjadi-rendah-hati/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/09/menjadi-pemimpin-menjadi-rendah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 14:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pemimpin sering kali merupakan tujuan atau target yang ingin dicapai oleh manusia. Selama 2 tahun bekerja, atau bahkan lebih lama dari itu, tidak jarang saya menemukan orang-orang yang mengejar tampuk kepemimpinan di dalam organisasi, baik itu secara karier di tempat kerja, atau untuk pembelajaran dan pengalaman, seperti di organisasi-organisasi kampus dan sekolah. Motivasinya macam-macam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=116&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menjadi pemimpin sering kali merupakan tujuan atau target yang ingin dicapai oleh manusia. Selama 2 tahun bekerja, atau bahkan lebih lama dari itu, tidak jarang saya menemukan orang-orang yang mengejar tampuk kepemimpinan di dalam organisasi, baik itu secara karier di tempat kerja, atau untuk pembelajaran dan pengalaman, seperti di organisasi-organisasi kampus dan sekolah. Motivasinya macam-macam. Ada yang untuk materi dan penghasilan yang lebih tinggi. Ada juga yang untuk pengalaman karena lumayan buat ditulis di resume untuk menunjukkan progress positif dalam perjalanan karier kita ini. Ada juga yang untuk kepuasan hati, simply karena dia merasa enjoy memimpin dan merasa pas mengerjakan hal-hal manajerial. Lalu, bagaimana dengan tujuan yang seharusnya menjadi tujuan setiap muslim? Yaitu menggapai ridho-Nya sebagai hamba-Nya yang diwajibkan beribadah hanya kepada-Nya?<br />
<em> </em><br />
Terkadang kita terlupa. Apa yang sejatinya adalah wasilah atau alat, terkadang menjadi tujuan yang dikejar untuk dicapai. Lalu apa yang sejatinya adalah tujuan, dijadikan alat untuk mencapai wasilah. Contohnya adalah seperti yang banyak didengungkan oleh buku-buku tentang leadership. Buku-buku itu membahas tentang bagaimana strategi yang efektif untuk menjadi manager, karakter-karakter apa yang perlu dikembangkan untuk bisa menjadi manager yang sukses. Buku-buku itu tidak salah. Apa yang disampaikan kepada para pembacanya adalah hal-hal yang benar dan teruji di lapangan. Dan pada kenyataannya, buku-buku itu telah membantu pembacanya yang belum menjadi manager untuk menjadi manager, dan pembacanya yang sudah berstatus manager menjadi manager yang lebih baik dan disukai bawahan. Tetapi, ada sesuatu yang ingin saya highlight di sini. Buku-buku itu mengajarkan paradigma yang terbalik. Tidaklah tepat bagi seseorang, apalagi seorang muslim, ketika menjadi manager adalah tujuan, dan pembinaan karakter menjadi sarana untuk meraih tujuan menjadi manager tersebut. Kepemimpinan tidak seharusnya dicari, tapi datang sendiri, diberikan kepada yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengembannya. Dan ketika sebuah amanah kepemimpinan diberikan kepada seseorang, tidak ada alasan bagi orang itu untuk berbangga hati dan berpuas diri dengan beban yang baru dilimpahkan kepadanya. Malah, sudah selayaknya ia merasa cemas, karena tugasnya semakin berat, dan terdapat hajat hidup orang banyak di dalam kewenangannya sekarang.<br />
<em> </em><br />
Menurut saya, menjadi pemimpin adalah sebuah bentuk proses menuju pengakuan bahwa diri ini begitu bergantung pada orang lain. Dan berangkat dari situ, menjadi pemimpin berarti belajar tentang rendah hati. Inilah yang lebih penting, menjadi rendah hati, mencapai akhlaqul karimah sebagai hamba Allah yang bertugas memakmurkan alam semesta dan seisinya. Inilah yang seharusnya menjadi tujuan hakiki dari setiap langkah kita di dunia. Menjadi khalifah yang ber-akhlaqul karimah. Bukan menjadi manager yang berpenghasilan banyak atau berbangga hati.<br />
<em> </em><br />
Ada banyak alasan mengapa seorang pemimpin seharusnya menjadi rendah hati setelah merasakan menjadi pemimpin, tapi kali ini saya hanya akan mengangkat 3 alasan yang kebetulan saya rasakan dan alami sendiri untuk dijadikan pegangan.<br />
<em></em><br />
<strong>1. Kebanyakan manager tidak tahu detail kerja riil di lapangan</strong></p>
<p>Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan tipe manager dalam hal technical tapi tidak tahu dan tidak mau tahu technical work yang dia pimpin. Saya cukup menerima kenyataan di lapangan bahwa ada banyak manager di luar sana yang tidak pernah mengotori tangannya dengan kerja riil di lapangan selama mereka me-manage project. Mungkin dulu ketika masih junior, mereka sudah cukup berpeluh darah mengerjakan technical dan sekarang sudah lupa bagaimana mengerjakan hal-hal technical, untuk itu saya maklum. Mungkin mereka sibuk mengurus schedule dan resource project, dan hal technical itu di luar expertise mereka sama sekali. Untuk itu, sekali lagi saya maklum. Tapi, saya tidak bisa memaklumi manager yang tidak mau terlibat technical sama sekali simply karena bagi mereka, itu adalah bagian dari separation of duty.</p>
<p>Be-rendah-hati-lah dengan tetap berusaha menunjukkan interest dalam hal-hal technical yang disampaikan oleh bawahan. Bagaimanapun, project itu project Anda sendiri! Dan Anda sedikitnya perlu tahu dengan apa yang terjadi di bawah. Dengan Anda berusaha mendengarkan dan ikut berpikir (tapi tidak bertindak sok pintar), Anda akan mendapatkan bawahan Anda merasa respect dengan perhatian Anda. Perasaan dipahami dan dihargai akan tumbuh dengan sendirinya. Dan itu adalah tanda terima kasih yang paling nyata dari seorang atasan kepada bawahan atas kerja keras mereka.</p>
<p><strong>2. Manager bergantung pada teamnya untuk menghadapi situasi emergency</strong></p>
<p>Dalam situasi emergency, manager yang biasanya tidak terlalu tahu mendetail tentang problem technical, pastilah tidak terlalu tahu hal technical apa yang perlu dilakukan ketika situasi emergency tiba-tiba datang. Lalu, apa yang akan manager ini lakukan? Ia akan mulai menelpon satu per satu bawahannya dan meminta mereka untuk bergerak cepat mengatasi masalah yang ada. Pernahkah membayangkan bahwa sebenarnya Anda sebagai manager yang berada dalam situasi sedemikian sebenarnya berada dalam posisi yang cukup hopeless? Apa yang akan terjadi seandainya tidak ada seorang pun bawahan Anda yang siap bergerak saat itu? Tanpa diteruskan, Anda sudah tahu jawabannya. Sungguh, manager itu sesungguhnya berada dalam posisi yang amat lemah. Hanya saja, beberapa dari mereka tidak tahu. Bahkan terkadang setelah mereka merasakannya sendiri, mereka tetap tidak tahu, merasa tidak ada yang salah dengan mereka, cukup puas dengan mengcomfort diri sendiri bahwa bawahan saja yang tidak responsive sehingga menjadi masalah dan perlu diperingatkan.</p>
<p><strong>3. Keberhasilan manager itu sejatinya berasal dari kerja keras seluruh team</strong></p>
<p>Project yang sukses, walaupun ia bisa menjadikan sang pemimpin bangga dan mendapatkan kesempatan promosi, ia bisa menjadi luka tersendiri bagi bawahan di kala manager lupa bahwa kesuksesan ini bukan miliknya sendiri. Lebih tepatnya, bukan dari tangannya sendiri. Saya benar-benar meng-appreciate pemimpin yang mau ikut turun ke bawah, mengotori tangannya, dan ikut bekerja keras dengan bawahannya dalam mencapai tujuan bersama, hingga hasil yang dicapai dirasakan sebagai achievement bersama. Seperti yang dicontohkan Rasulullah saw saat persiapan Perang Khandaq. Ketika sahabat Salman tidak berhasil memecah batu, Rasulullah turun sendiri dan membantu memecah batu sekaligus menyemangati mereka yang bersama-bersama menggali bersama beliau. Subhanallah, kemuliaanlah bagi pemimpin rendah hati seperti beliau. Bagaimana mungkin kita akan tidak mencintai pemimpin kita di kala kita senantiasa merasa bahwa kita selalu berjuang bersama-sama?</p>
<p>Buat saya, menjadi pemimpin itu tidak perlu dikejar, tidak perlu dicari. Amanah akan mencari sendiri pengembannya, siapa yang mampu dan siapa yang layak. Dan ketika amanah menghampiri, sudah sepantasnyalah kita berdoa dan semakin mendekat kepada-Nya, agar pertolongan-Nya senantiasa hadir, dan agar kemuliaan akhlak menjadi semakin tertempa lewat pelajaran yang tertanam di dalamnya. Ya, pelajaran kepemimpinan, perjalanan kesadaran bahwa diri ini bukan siapa-siapa.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=116&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/09/menjadi-pemimpin-menjadi-rendah-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ain&#8217;t giving up until i succeed</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/08/aint-giving-up-until-i-succeed/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/08/aint-giving-up-until-i-succeed/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 10:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[One word to describe my current situation, &#8220;cupu&#8221;!
Berasa cupu everywhere.
Allah,
Beri aku kekuatan,
Beri aku keyakinan,
Beri aku kesabaran,
Beri aku kemampuan,
Untuk berpikir dan bertindak dengan bijak dalam situasi apapun.
I must catch up! I must catch up!
No matter how bad I perform now
No matter how unqualified I may seem
I shall fight&#8230;
and shall not give up until I succeed
For life [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=102&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>One word to describe my current situation, &#8220;cupu&#8221;!</p>
<p>Berasa cupu everywhere.</p>
<p>Allah,<br />
Beri aku kekuatan,<br />
Beri aku keyakinan,<br />
Beri aku kesabaran,<br />
Beri aku kemampuan,<br />
Untuk berpikir dan bertindak dengan bijak dalam situasi apapun.</p>
<p>I must catch up! I must catch up!<br />
No matter how bad I perform now<br />
No matter how unqualified I may seem<br />
I shall fight&#8230;<br />
and shall not give up until I succeed</p>
<p>For life with no regrets<br />
I shall give it my best<br />
Even though I may fail<br />
I want to stand tall, still<br />
So, this is a promise<br />
I ain&#8217;t giving up until I succeed<br />
Insya Allah&#8230;</p>
<p>Mudahkanlah, Ya Allah&#8230; amiin&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=102&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/12/08/aint-giving-up-until-i-succeed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Prayer about 19th Nov 2009</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/22/a-prayer-about-19th-nov-2009/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/22/a-prayer-about-19th-nov-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:33:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Dear Allah&#8230;
Bring me to a place,
where I can learn from the best, more than today
where I can smile and laugh, more often than today
where I can see ideal examples and models, better than today
where I can feel at ease and peace through storms, more than today
and where I can be myself and become who I [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=92&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dear Allah&#8230;</p>
<p>Bring me to a place,<br />
where I can learn from the best, more than today<br />
where I can smile and laugh, more often than today<br />
where I can see ideal examples and models, better than today<br />
where I can feel at ease and peace through storms, more than today<br />
and where I can be myself and become who I really am, much much more than today</p>
<p>~amin~</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=92&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/22/a-prayer-about-19th-nov-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mudahkan&#8230;</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/17/mudahkan/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/17/mudahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 15:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari terbanyak apologizing selama nge-support. Felt tired and hopeless.
Mencoba bersabar dengan berpegang pada satu potongan hadits.
&#8220;&#8230; Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. (HR. Muslim)  &#8230;&#8221;
Pada dasarnya, itulah inti dari nge-support. Berusaha memudahkan urusan orang lain. Jadi, dengan ini, walau aku harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=88&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini adalah hari terbanyak apologizing selama nge-support. Felt tired and hopeless.</p>
<p>Mencoba bersabar dengan berpegang pada satu potongan hadits.<br />
&#8220;&#8230; <em>Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. (HR. Muslim) </em> &#8230;&#8221;</p>
<p>Pada dasarnya, itulah inti dari nge-support. Berusaha memudahkan urusan orang lain. Jadi, dengan ini, walau aku harus bersulit-sulit dan makan hati, aku berdoa, Ya Allah, mudahkanlah urusan2ku, di dunia dan akhirat. Hari ini dan nanti. Mudahkan aku menjalani hidup. Mudahkan aku menggapai akhir yang baik. Lancarkanlah urusan-urusanku, yang sesungguhnya begitu kecil dan mudah bagi-Mu. Jadikan yang kecil itu tampak kecil bagiku. Dan yang sejatinya besar tampak besar. Tak ada daya dan kekuatan tanpa-Mu. amin. </p>
<p>Ya Allah&#8230; Mudahkanlah&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=88&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/17/mudahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The (500) days</title>
		<link>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/16/the-500-days/</link>
		<comments>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/16/the-500-days/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arfika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://onlyastory.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[  Tom was brokenhearted. 
He was screwed.
Then, what happened?
He stood up.
He decided to be an architect.
He moved on with his life.
One rule was told. There&#8217;s always the bright side of everything. When a disappointment hurts. The bounce back will be greater and more satisfying than the hurt itself. When I get to pay for [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=81&subd=onlyastory&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em> <b> Tom was brokenhearted. </b></p>
<p>He was screwed.<br />
Then, what happened?<br />
He stood up.<br />
He decided to be an architect.<br />
He moved on with his life.</em></p>
<p>One rule was told. There&#8217;s always the bright side of everything. When a disappointment hurts. The bounce back will be greater and more satisfying than the hurt itself. When I get to pay for my own mistake. The wisdom I learn after will be much much more worth it and have far greater impact than the mistake I made. Alhamdulillah.</p>
<p><b> <em>Tom lost his faith.</em> </b></p>
<p>The pain and disappointment made him learn his lesson. That reality is not ideal. If it&#8217;s ideal, then it won&#8217;t be called reality. He&#8217;s broken. He lost his faith. He started to doubt love and fate.</p>
<p><b> <em>Tom met the girl again.</em> </b></p>
<p>The girl, who was so skeptical before. She then believed that Tom was right all along. She began to have faith. And in the end, Tom realized that it&#8217;s wrong to lose faith. He realized that his perspective was true. He just needed to get over his disappointment and to start a new.</p>
<p><b> <em> ~ more-than-500-days later ~</em> </b></p>
<p>Allah, Thank You so much for the experience that I&#8217;ve gone through. What we&#8217;ve gone through makes us who we are today. And now here I am, dare to dream of something that I might never imagine 500 days ago. And it&#8217;s all because of You.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/onlyastory.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/onlyastory.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/onlyastory.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/onlyastory.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/onlyastory.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/onlyastory.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/onlyastory.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/onlyastory.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/onlyastory.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/onlyastory.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=onlyastory.wordpress.com&blog=4152928&post=81&subd=onlyastory&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://onlyastory.wordpress.com/2009/11/16/the-500-days/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f269cb04c10330ae6407de7c21a58d8c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fika</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>