Bahagia itu…
… sebuah pilihan. Bagi yang menyadari bahwa ada 2 sisi dalam kehidupan. Bahwa benderang datang setelah kegelapan. Bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Dan bahwa ada pilihan antara kesedihan atau kebahagiaan. Ia tak datang ketika kita lupa bahwa ada akal untuk mengubah keadaan. Ia juga tak menyapa ketika kita putus asa menggantungkan harapan. Tapi ia akan tergenggam dengan sendirinya ketika kita tak putus asa mencari sisi positif dari kesulitan.
Bahagia itu…
… sebuah cara pandang tak terukur. Menghitung apa yang tidak dimiliki akan mengikis rasa syukur. Mengingat-ingat hal-hal yang tidak berkenan di hati akan menumpuk keluh. Tenggelam dalam kekecewaan membuat hati tertutup. Dan bahagia adalah kebalikan dari yang seperti itu. Bahagia berarti bersyukur atas apa yang ada dan berhenti berhitung. Bahagia berarti berhenti berkeluh kesah dan menjaga kesabaran tetap terulur. Berhenti merasa kecewa dan menggantungkan segala harapan hanya kepada-Nya. Dan jadilah karang yang tegar dan bahagia mempersembahkan hidup hanya untuk-Nya.
Bahagia itu…
… sebuah aksi. Bahagia tidak perlu ditunggu dan tidak perlu dihampiri. Bahagia itu dibuat, diciptakan, dimaknai. Ia bisa hadir dalam setiap tarikan nafas ini. Menjadi cahaya bagi masa depan selama darah masih mengalir. Dan dimaknai dalam wujud motivasi. Tak ada bahagia tanpa keringat dan darah. Tak ada bahagia tanpa pikiran yang bijak. Tanpa mereka, ia perlahan menghilang terbawa angin.
Bahagia itu…
… sebuah keyakinan. Bahwa bahagia itu ada, bukan tiada. Ia baru tiada ketika yang ada dipertanyakan keberadaannya dan yang tiada dicari keberadaannya.
~bagi yang mencari bahagia~