Feeds:
Posts
Comments

Bahagia itu…

Bahagia itu…
… sebuah pilihan. Bagi yang menyadari bahwa ada 2 sisi dalam kehidupan. Bahwa benderang datang setelah kegelapan. Bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Dan bahwa ada pilihan antara kesedihan atau kebahagiaan. Ia tak datang ketika kita lupa bahwa ada akal untuk mengubah keadaan. Ia juga tak menyapa ketika kita putus asa menggantungkan harapan. Tapi ia akan tergenggam dengan sendirinya ketika kita tak putus asa mencari sisi positif dari kesulitan.

Bahagia itu…
… sebuah cara pandang tak terukur. Menghitung apa yang tidak dimiliki akan mengikis rasa syukur. Mengingat-ingat hal-hal yang tidak berkenan di hati akan menumpuk keluh. Tenggelam dalam kekecewaan membuat hati tertutup. Dan bahagia adalah kebalikan dari yang seperti itu. Bahagia berarti bersyukur atas apa yang ada dan berhenti berhitung. Bahagia berarti berhenti berkeluh kesah dan menjaga kesabaran tetap terulur. Berhenti merasa kecewa dan menggantungkan segala harapan hanya kepada-Nya. Dan jadilah karang yang tegar dan bahagia mempersembahkan hidup hanya untuk-Nya.

Bahagia itu…
… sebuah aksi. Bahagia tidak perlu ditunggu dan tidak perlu dihampiri. Bahagia itu dibuat, diciptakan, dimaknai. Ia bisa hadir dalam setiap tarikan nafas ini. Menjadi cahaya bagi masa depan selama darah masih mengalir. Dan dimaknai dalam wujud motivasi. Tak ada bahagia tanpa keringat dan darah. Tak ada bahagia tanpa pikiran yang bijak. Tanpa mereka, ia perlahan menghilang terbawa angin.

Bahagia itu…
… sebuah keyakinan. Bahwa bahagia itu ada, bukan tiada. Ia baru tiada ketika yang ada dipertanyakan keberadaannya dan yang tiada dicari keberadaannya.

~bagi yang mencari bahagia~

Protecting my View

Aku terbiasa untuk berpedoman pada sebuah prinsip bahwa apapun yang kita lakukan atau putuskan dalam hidup, haruslah apa yang kita PIKIR benar untuk dilakukan. Along the way, ketika permasalahan hidup menjadi lebih kompleks dan parameter salah dan benar dari segala sesuatunya tak lagi kasat mata, aku semakin menggantungkan keputusanku pada yang aku RASA benar untuk dilakukan. Parameter feeling ini akhirnya adalah sesuatu yang aku yakini sebagai gut feeling, intuisi akan kebenaran dari sesuatu tanpa pemikiran analitis atau terstruktur akan suatu masalah. Cukup dengan see through a problem, dan gut feelingku akan bisa mengira-ngira ke mana arahku atau decision apa yang akan aku buat.

Terkadang, kondisiku sekarang yang seperti ini menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri bagiku. Ada sebuah pertanyaan besar “Kenapa?” yang menggantung di pikiranku. Setelah semakin dewasa, setelah pengalaman hidup semakin bertambah, instead of semakin mantap dengan analisa logisku, kenapa aku semakin tidak bisa melakukan hal yang aku pikir benar ketika perasaanku bilang bahwa itu tidak benar. Padahal, kalau diukur secara logis, jawabannya sudah jelas. Itu adalah kewajiban lah, itu bisa mendatangkan uang lebih banyak lah, itu adalah hal yang normal orang kebanyakan akan lakukan lah.Tapi tetap saja, kalau hatiku tidak merasakan kecenderungan untuk melakukannya, mau dihantam dengan 1001 justifikasi pun, aku akan selalu bergeming. Aku tak akan mampu melakukannya.

Hari ini, mungkin aku menemukan jawabannya. Apa yang kita PIKIR baik adalah apa yang akan membawa kita kepada kepuasan terukur, misal perasaan tenang seorang anak bahwa ia sudah berbakti kepada orang tuanya, ukuran nominal tabungan yang memberi ketenangan bahwa kita masih bisa hidup dengan enak 1 hari lagi, atau perasaan secured dan kestabilan dalam menapaki hidup. Tapi, bukan itu yang menjadi faktor utama kebahagiaan orang seperti aku.

RASA adalah sebuah kejujuran akan pilihan. Karena RASA tidak bisa dijustifikasi, RASA akan selalu jujur. RASA adalah makna. Tanpanya, aku kehilangan semangat dan tujuan yang kucari. Sejauh apa pun aku melangkah, aku akan kembali ke titik awal. RASA adalah intuisi. Sebuah perasaan “terbimbing” dalam menentukan sebuah arah hidup. Ia adalah hikmah, dan semoga ia adalah hasil dari kedekatan seorang hamba kepada Rabb-nya. Sebuah bukti bahwa dengan semakin menggantungkan segala urusan hidupku kepada-Nya, aku akan semakin berada di dalam bimbingan-Nya, dalam cara yang tidak selalu kasat mata.

Hari ini, seperti 1 bulan yang lalu, aku memilih untuk mengikuti RASA dan PIKIRku. Sekali lagi, bukan decision yang populer, bukan decision yang menggembirakan bagi banyak pihak, tentunya. Tapi setidaknya, aku merasa tenang dan lega sekali. And more importantly, I’m protecting my view. I’m still 100% arfika, not “corrupted yet”, hehe.

Today, I learned that I should decide for myself, always… not for others, even my own parents. Protect my DECISION, protect my VALUES, protect my VIEW, protect my PERSPECTIVE, protect my DREAM, and protect what I BELIEVE… whatever they may take… insya Allah…

Letting go and moving on…

Seperti mimpi. Banyak hal terjadi begitu cepat. Kelemahan diri telah ditampakkan. Dan kebijaksanaan akal sedang diuji.  Allah, cukupkah istighfar dan permintaan maaf yang kubisikkan ini menebus kelapangan dada dan keridhoan hati?

Seperti mimpi. Rencana yang dimudahkan. Kesempatan menggapai mimpi yang terbuka. Allah, cukupkah tahmid dan rasa syukur yang kubisikkan ini mengingatkanku untuk senantiasa bersyukur?  Untuk melakukan yang terbaik sampai akhir?

Bismillahirrohmaanirrohiim… Ya Rabb, I’m letting go and moving on…

Be steadfast and endure…

Hari ini baca majalah. Di situ ada poem yang salah satu verse paragraphnya bunyinya begini…

“Yet thunder may come, rain might pour,  but be steadfast and endure”

Steadfastness, and endurance…
Allah, ajari aku bertahan. Ajari aku bersabar. Ajari aku istiqomah.

Inna ma’al ‘usri yusro, begitu design Allah…
Bertahanlah, karena bersama kesulitan itu ada kemudahan. Bertahanlah, cari kemudahan itu, dan syukuri. Berbaik-sangkalah kepada-Nya, bahwa ada kebaikan di dalam segala sesuatu yang ditakdirkan-Nya untuk kita. Karena sungguh, seorang muslim itu amat beruntung. Ketika diberi nikmat, ia bersyukur, yang mana itu baik baginya. Dan ketika diberi musibah, ia bersabar. Dan itu juga baik baginya.

Innallaha ma’ashshobirin, begitu janji Allah…
Bersabarlah, karena Allah bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena bersabar membuat kita dekat dengan-Nya. Bersabarlah, dengan laa haula walaa quwwata illa billah. Bersabarlah, dengan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Fastaqim kamaa umirta, begitu perintah Allah…
Istiqomahlah, sebagaimana telah diperintahkan kepada orang-orang sebelummu. Karena begitulah seharusnya seorang muslim menjalani hidupnya. Dengan tabah, dengan penuh istiqomah. Seperti potongan doa di pagi dan petang hari, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sikap lemah dan malas.”

Allah… ingatkan aku setiap hari…

Back Back Back

Hari ini 18 Sept ‘09… Postingan terakhir? Oct ‘08…

Berarti sudah hampir setahun blog ini dianggurin. So, sudah sepatutnya hari ini merasa thankful karena kemarin somehow diingatkan bahwa masih ada 1 blog under my account yang belum expired yang seharusnya bisa dimanfaatkan tapi selama ini terlupakan. Terima kasih. Alhamdulillah… ^-^

Three Reasons

First…

Happiness, joy, inspiration, life lessons, brilliant ideas, creativity, music, aspiration, kids, family, fun, meanings, hope, dreams, future, and life itself…

Second…

The BIG heart… The BIG plan… The BIG goals…

Third..

Saved me from getting lost… twice… 12 years ago… and today…

 

Thank you, Disney!

*humming…*

Have you seen a star

One that guides u

No matter where u are

However vast the sky may be

Or dark it seems

You can be sure

It’s always there for you and me…

Only a Story

“Life has its joy. Life has its pain. And each day is a story. A story with a lesson to guide you through the journey. One’s life journey… with one lesson at a time… “

Hi, Fika here. Starting a new blog with WordPress, yay! haha. Hopefully this would be better than my fs one.

Will see you again, very soon….